Manajemen Kelas
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat, rahmat, serta karunia-nya yang diberikan kepada saya dan kepada pembaca terutama nikmat iman, islam serta nikmat sehat wal-‘afiat sehingga saya dapat menulis blog ini.
Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Manajemen Kelas
Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mengajar peserta didik. Salah satu unsur penting dalam pendidikan adalah guru. Guru merupakan ujung tombak dalam dunia pendidikan. Hal ini mengingat karena keberadaan guru yang merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan peserta didik, khususnya ketika mereka di sekolah. Guru tidak hanya bertugas mentransfer berbagai ilmu pengetahuan, ia juga berperan sebagai fasilitator, organisator, motivator, mediator, dan evaluator, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif.
Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif, calon guru, guru baru, bahkan guru yang telah berpengalaman harus memperhatikan beberapa aspek penunjang pendidikan. Salah satu aspek pendidikan yang sangat urgen untuk diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal dalah manajemen kelas.
Manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan para peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efesien atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik.
Ruang kelas menjadi tempat bertemu dan terjadinya proses interaksi antara guru dan peserta didik dan kemudian terjadi proses belajar mengajar . Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Lebih lanjut hasil pembelajaran ditentukan pula oleh apa yang terjadi di kelas. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen kelas yang inovatsi, yang dikelola secara baik, profesional, serta relevan dan kondisi peserta didik dan ruang kelas.
Untuk membahas hal tersebut, disini saya akan menguraikan beberapa hal yang berkenaan dengan manajemen kelas, yaitu seputar pengertian, tujuan dan pendekatan dalam manajemen kelas, fungsi dan masalah manajemen kelas, prosedur manajemen kelas, serta rancangan prosedur manajemen kelas.
Kata “manajemen” berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dalam hal ini, manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain[1]. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan manajemen kelas dalam bahasa Inggris sering disitilahkan dengan clasroom management atau dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan idarat al-fashl. Pengertian dalam skup ini pada umumnya juga berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang meliputi perencanaan, perngorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan dan penilaian.
Wilford A. Weber (James M. Cooper, 1995 : 230) mengemukakan bahwa Classroom management is a complex set of behaviors the teacher uses to establish and maintain classroom conditions that will enable students to achieve their instructional objectives efficiently – that will enable them to learn.
Pengertian di atas menekankan bahwa manajemen kelas lebih mengarah pada seperangkat perilaku yang kompleks dimana guru menggunakan untuk menata dan memelihara kondisi kelas yang akan memampukan para siswa mencapai tujuan pembelajaran secara efesien.
Berdasarkan uraian di atas, dapat mendefinisikan manajemen kelas sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Secara sederhana juga dapat dikatakan bahwa manajemen kelas adalah upaya untuk menjaga dan mempertahankan ketertiban kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Sedangkan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan guru dalam menciptakan kondisi kelas adalah melakukan komunikasi dan hubungan inter-personal antara guru-siswa secara timbal balik dan efektif, selain melakukan perencanaan/persiapan mengajar.
Adapun mengenai tujuan manajemen kelas sebenarnya sangat sulit untuk menentukan penjelasan yang pasti terhadap satu permasalahan tujuan. Hal itu disebabkan banyaknya tujuan yang dikemukakan oleh masing-masing manajemen/organisasi, serta semakin meluasnya makna yang terkandung di dalamnya. Kendatipun demikian penyusun mencoba mengemukakan tujuan manajemen kelas sesuai dengan rumusan dari Dirjend. PUOD dan Dirjend. Dikdasmen (1996 : 2 ) sebagaimana berikut :
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
Menyediakan dan mengatur fasilitas belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Sedangkan pendekatan-pendakatan operasional yang dapat digunakan dalam pengelolaan atau manajemen kelas, menurut Wilford A. Weber (James M. Cooper, 1995 : 233), adalah sebagai berikut :
Pendekatan Otoriter, yang berarti, upaya menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin, siswa perlu diawasi dan diatur.
Pendekatan intimidasi, atau kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi.
Pendekatan permisif, yaitu memberikan kebebasan siswa, apa yang ingin dilakukannya, sementara guru hanya mengawasinya.
Pendekatan masak. Pendekatan ini dilakukan dengan menciptakan suasana kelas yang mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan terlebih dahulu, mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak.
Pendekatan instruksional, yaitu seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik.
Pendekatan modifikasi tingkah laku, dengan mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan.
Pendekatan penciptaan iklim sosio-emosional, yaitu dengan mengembangkan hubungan interpersional yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif antar guru dan siswa.
Pendekatan sistem proses kelompok atau dinamika kelompok, yakni upaya menumbuhkan dan mempertahankan organisasi atau kelompok kelas yang efektif.
Dari delapan pendekatan tersebut yang dianggap mampu untuk mengoptimalisasikan pengelolaan kelas secara efektif adalah pendekatan modifikasi perilaku, iklim sosio-emosional, dan sistem proses kelompok/dinamika kelompok.
Fungsi dan Masalah Manjemen Kelas
Selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajemen kelas juga memiliki fungsi-fungsi tertentu. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.
Fungsi manajemen secara umum pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20 (http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen). Secara garis besarnya, manajemen kelas dapat berfungsi sebagai :
Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Dalam hal ini guru mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah guru dalam melakukan pengawasan terhadap cara kerja peserta didik. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, dan lain sebagainya.
Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership) seorang guru.
Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian proses belajar mengajar untuk memastikan bahwa jalannya pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang guru juga dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional pembelajaran, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
Adapun masalah-masalah yang sering dijumpai dalam manajenen kelas, secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : masalah individual dan masalah kelompok. Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti :
Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.
Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan
Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain
Peragaan ketidakmampuan
Sedangkan masalah-masalah kelompok yang kadang muncul dalam kelas dapat berupa :
Kelas kurang kohesif lantaran alasan tingkat kemampuan, jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya
Penyimpangan dari aturan-aturan yang telah disepakati sebelumnya
Anggota kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya
Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari persoalan-persoalan yang sedang dikerjakan.
Prosedur dan Rancangan Manajemen Kelas
Manajemen kelas merupakan suatu tindakan yang menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Jadi prosedur manajemen kelas adalah serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas yang dilakukan bagi terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut supaya proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesien.
Memperhatikan dua dimensi tindakan dalam manajemen kelas, maka prosedur atau langkah-langkah manajemenpun bertumpu pada prosedur dimensi pencegahan dan prosedur dimensi penyembuhan.
Adapun langkah langkah pencegahannya sebagai berikut :
Peningkatan kesadaran diri sebagai guru
Peningkatan kesadaran peserta didik
Sikap tulus dari guru
Mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan
Menciptakan kondisi sosial yang adaptif
Sedangkan langkah-langkah prosedur dimensi penyembuhan dapat berupa :
Mengidentifikasi masalah
Menganalisis masalah
Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Mendapatkan balikan
Rancangan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitannya dengan tugas guru menyusun rancangan prosedur manajamen kelas berarti guru menentukan serangkaian kegiatan tentang langkah-langkah manajemen kelas yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi keberlangsungan kegiatan belajar siswa.
Dalam penyusunan rancangan prosedur manajemen kelas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
Pemahaman terhadap arti, tujuan, dan hakikat manajemen kelas
Pemahaman terhadap hakikat peserta didik yang sedang dihadapi
Pemahaman terhadap bentuk penyimpangan serta latar belakang tindakan penyimpangan yang dilakukan peserta didik
Pemahaman terhadap pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas
Pemilikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat rancangan prosedur manajemen kelas.
Maka dapat disimpulkan bahwa guru mempunyai peranan yang besar dalam menentukan keberhasilan manajemen kelas maupun manajemen pembelajaran. Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai. Peran guru sebagai pengajar mewajibkan guru menyampaikan sejumlah materi pelajaran sesuai dengan garis-garis program pengajaran.
Guru harus memiliki, memahami dan terampildalam menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam manajerial kelas, meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. Dalam hal ini, guru dituntut untuk terampil memilih atau bahkan memadukan pendekatan yang dianggap meyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang dihadapinya.
Hanya ini yang dapat saya tuliskan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Saya akhiri wassalamu’alaikum warahmarullahi wabarokatuh..
Sumber bacaan :
Tjiptohadi, Diklat Nasional Strategi Pengembangan Manajemen Kelas Inovatif , LPPAPSI, Universitas Airlangga, 2008
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen,Pengelolaan Kelas Seri Peningkatan Mutu Jakarta : Depdagri dan Depdikbud. 1996
Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, Bina Aksara, Jakarta, 1988

Komentar
Posting Komentar